Quran dan Sunnah sepertinya Istilah yang sensitive beberapa tahun belakangan ini. Sebutan Quran dan Sunnah sepertinya di klaim sebagai bagian dari sebagian kelompok lalu mereka mengeluarkan siapa pun yang berbeda dari golongan mereka, Mereka menyebutnya ahlussunnah versus ahlul bid'ah. Klaim yang seolah-olah menggambarkan bahwa sunnah merupakan sesuatu yang sempit sehingga membuat kriteria sendiri siapa yang sunnah dan bukan sunnah. Bagi mereka level keilmuan tidak penting, hafalan Quran dan hadits tidak penting, namun yang terpenting adalah seberapa hebatnya mereka dalam memperjuangkan sunnah versi mereka dan seberapa hebatnya mereka menghina orang-orang di luar mereka sebagai ahlul bid'ah dan penghuni neraka.semakin tinggi dakwah mereka dalam menyalahi orang lain maka level atau kedudukannya semakin tinggi. Maka tidak sedikit ustadz salafy moderat pun mereka sebut sebagai ahlul bid'ah hanya karena beberapa perbedaan pendapat misalnya dikarenakan sang ustadz membolehkan maulid, tahlil dan lain sebagainya.
Level pemahaman yang membedakan cara pandang sebagian kita terhadap sebagian lainnya. Ada yang melihat Quran dan Sunnah sebagai bentuk yang sudah sempurna sehingga apapun yang terdapat dalam Quran dan Sunnah langsung diamalkan. Ada juga yang lebih melihat sisi aplikasinya, menggunakan sunnah sesuai dengan konteks realitas kehidupan saat ini.
Selalu ada dua sisi dalam kehidupan ini dan dua sisi tersebut merupakan sunnatullah. Ketika Surga Allah Ciptakan sebagai balasan kepada hamba-hamba yang Sholih tetapi ada neraka sebagai balasan terhadap keingkaran dan kemunafikan, Juga pandangan manusia atau lainnya selalu ada dua sisi (Pro dan Kontra), lalu haruskah kita berdebat demi sesuatu yang sebenarnya sudah menjadi sunnatullah? Jika perbedaan itu hanya berupa perbedaan furu'iyyah maka tidak perlu ngotot-ngototan untuk merubah dan berusaha agar mereka serupa dengan kita.

Komentar
Posting Komentar